Waspada! Penyebab Gusi Bengkak dan Masalah yang Menyertainya

  • 2 min read
  • Aug 20, 2020
Gusi Bengkak

Gusi bengkak menjadi permasalahan di area mulut yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya ketika gusi membangkak, mulut terasa perih dan ngilu. Bahkan proses mengunyah pun jadi sulit dilakukan. Tak hanya itu, beberapa orang ada yang sampai tidak mau makan karena merasakan sakit yang tidak terkira akibat bengaknya gusi ini. Lantas, apa penyebab sebenarnya dari pembengkakan gusi ? Apakah bisa membahayakan tubuh? Simak beberapa ulasan dari penyebab gusi membengkak seperti berikut ini!

Gingivitis

Merupakan salah satu penyakit yang menyerang mulut seseorang. Biasanya, penyakit ini terjadi ketika kondisi mulut tidak bersih dan terdapat banyak plak yang bisa membuatnya jadi karang gigi. Gingivitis terjadi ketika gusi mengalami iritasi hingga menyebabkan peradangan. Masalah ini jugalah yang bisa memicu pembengkakan pada gusi dan membuat area mulut jadi sakit dan tidak nyaman.

Ketika kondisi mulut tidak bersih, maka kuman bisa dengan mudah bersarang dan berkembang biak di mulut. Untuk itu, Anda bisa mencegahnya dengan selalu rutin membersihkan mulut dan gigi. Pasalnya, gusi bengkak pun bisa diatasi dan dicegah jika mulut bersih dan selalu rajin menyikat gigi.

Menyiat Gigi Terlalu Keras

Pembengkakan gusi memang sering terjadi di masyarakat. Biasanya, ketika bagian gusi membengkak dikarenakan adanya peradangan yang semakin lama akan menimbulkan pembengkakan di area yang teriritasi tersebut. Salah satu hal yang seringkali memicu iritasi gusi adalah ketika Anda menyikat gigi terlalu keras sehingga bisa melukai gusi.

Kebanyakan orang mengira bahwa semakin keras sikat gigi, semakin cepat kotoran hilang. Padahal, kebiasaan itu malah bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi gusi. Untuk itu, lebih baik lakukan sikat gigi secara perlahan. Sebaiknya juga gunakan sikat gigi dengan bulu yang halus agar tidak membuat gusi terluka dan menyebabkan gusi bengkak.

Periodontitis

Selain disebabkan oleh beberapa hal yang sudah dibahas sebelumnya,  rupanya gusi yang membengkak juga bisa dikarenakan adanya masalah atau penyakit di gusi. Salah satunya adalah periodontitis yang menyebabkan gusi terkena infeksi bahkan bisa merusak jaringan lunak yang ada di sekitarnya hingga merusak tulang yang biasanya menyokong gigi.

Penyakit ini bisa terjadi ketika masalah gingivitis sudah sangat parah. Bahkan tidak hanya membuat gusi bengkak saja, penyakit ini pun bisa membuat gusi jadi terlihat kemerahan, bernanah, menyusut, hingga keluar bau mulut yang terus menerus.

Pemasangan Kawat Gigi

Ketika seseorang mempunyai gigi yang tidak rata, untuk merapikannya biasanya akan digunakan kawat gigi. Pasalnya, pemasangan kawat gigi dianggap ampuh menjadi solusi gigi yang tidak rapi. Meskipun begitu, pemasangan kawat gigi pun bisa memberikan beberapa masalah yang mengganggu di mulut. Kebanyakan dari pemakainnya akan merasakan tidak nyaman saat mengunyah makanan, sulitnya dalam pembersihan, hingga membuat gusi bengkak.

Rupanya, pemasangan kawat gigi memanglah bisa memicu pembangkakan gusi. Pasalnya ketika kawat gigi di pasang, atau terjadi gesekan antar kawat atau bracket tersebut dengan gusi, atau area lain di mulut. Gesekan itulah yang bisa memicu iritasi hingga pembengkakan.

Selain beberapa masalah tesebut, ada juga hal lain yang menyebabkan pembengkakan pada gusi. Beberapanya seperti sedang merasakan sakit gigi, gigi sensitif, penggunaan pasta gigi yang tidak sesuai, hingga faktor kehamilan pun bisa menyebabkan pembengkakan pada gusi Anda. Hal itu dikarenakan hormon dan sistem imun yang sedang melemah.

Meskipun begitu, gusi bengkak pun tidak boleh disepelekan. Pasalnya, jika pembengkakannya terjadi terus menerus bisa menjadi gejala serius. Untuk memastikan kondisi gusi, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter ahlinya. Jika ingin berkonsultasi dengan mudah, gunakan saja aplikasi Halodoc. Aplikasi terpercaya yang menyediakan sarana berkonsultasi dengan dokter ahli yang berpengalaman. Anda juga bisa sekaligu mendapatkan informasi kesehatan lainnya, hingga pengobatan yang tepat.