RSPAD Gatot Subroto: Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Menular dan Tuberkolosis

  • 2 min read
  • Jan 09, 2020
Penyakit Menular, Tuberkolosis

RSPAD Gatot Subroto merupakan rumah sakit tipe A yang berada di Jakarta dengan kepengurusan dibawah Komando Pusat Kesehatan Angkatan Darat. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 1819 yang memiliki pendidikan dokter Jawa dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen. Rumah sakit ini memiliki satu tingkat dan memberikan rujukan tertinggi untuk TNI AD maupun pegawai negeri sipil dan juga masyarakat umum. Di rumah sakit ini tentu dapat menangani penyakit menular. Penyakit menular merupakan penyakit yang diakibatkan adanya mikroorganisme dimana berpindah ke orang yang sehat sehingga perlu diberikan vaksinasi atau pola hidup sehat untuk mengatasinya.

Berikut adalah beberapa penyakit menular diantaranya:

  • ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut yang dapat menyerang saluran napas, tenggorokan, hidung dan paru-paru, awal gejala yang ditimbulkan adalah sakit, nyeri ketika menelan dan batuk, dan pilek, kondisi ini terjadi karena adanya bakteri, terinfeksi virus dan akan baik dalam 3 hingga 14 hari dengan pencegahan melalui gaya hidup sehat dan menggunakan masker.
  • Diare dengan gangguan ketika BAB yang membuat BAB lebih dari tiga kali dalam sehari, memiliki rasa mulas dan tinja lebih cair dan lendir, diare dapat menular melalui makanan dengan kontaminasi parasit dan tanah.
  • Demam dengue merupakan penyakit karena infeksi gigitan nyamuk aedes albopictus dan aedes aegypti yang menjadi penyakit musiman pada saat hujan dan berkembang menjadi DBD.
  • Cacingan merupakan penyakit karena anemia, mengantuk dan lemas sehingga produktivitas menjadi menurun, hal ini dikarenakan oleh cacing kremi, cacing tambang dan cacing pita dalam usus.

Selain itu, penyakit kulit seperti kurap dan kudis yang sering terjadi di Indonesia. Penularan ini melalui kebersihan dan gejala yang muncul adalah bercak merah maupun putih yang membuat kulit menjadi mati rasa. Kusta dapat menular dengan bersih, kontak kulit pada bagian yang luka, air liur dan juga percikan ludah. Difteri merupakan penyakit yang memberikan gejala dengan peradangan dan demam pada bagian hidung, kulit maupun saluran pernapasan bagian atas sehingga diperlukan vaksinasi yang lengkap.

Salah satu penyakit menular lainnya adalah TBC atau Tuberkulosis yang membuat paru-paru dan bagian tubuh lainnya menjadi tidak biasa. Gejala yang ditimbulkan TBC biasanya batuk selama 3 minggu bahkan lebih, batuk berdarah dan nyeri rasa di dada. Gejala lain seperti demam, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelemahan dan berkeringat saat malam hari.

Berikut adalah 2 jenis TBC diantaranya:

  • Tuberkulosis aktif merupakan bakteri yang berkembang dalam tubuh yang dapat menyebarkannya ke orang lain, dapat terjangkit sebelum sistem kekebalan tubuh melawan infeksi yang masuk.
  • Tuberkulosis laten merupakan penyakit yang membuat bakterinya tertidur dan karena tidak aktif tidak memberikan gejala yang dirasakan, dalam 10 orang biasanya hanya 1 orang yang akan mengembangkan kondisinya menjadi aktif, masa inkubasi setiap orang tentu berbeda karena bakteri dapat mulai aktif dan bakteri berkembang dalam pembuluh darah dan juga paru-paru.

RSPAD Gatot Subroto menyarankan untuk menggunakan vaksin BCG untuk mencegah terjadinya TBC saat usia 35 tahun. Sebaiknya melakukan diagnosa sejak dini sehingga pengobatan lebih efektif dan tidak menularkannya ke orang lain. Menjaga lingkungan tempat penderita tinggal dengan sistem sirkulasi udara dan ventilasi yang baik, memberikan sinar UV yang baik sehingga akan membunuh bakteri TBC. Sistem imun perlu ditingkatkan dengan makanan bergizi dan olahraga rutin untuk melawan penyakit yang masuk dalam tubuh.