Tanpa Anda sadari, beberapa hal ini ternyata bisa menyebabkan terjadinya radang tenggorokan.

Radang tenggorokan terjadi ketika tenggorokan mengalami peradangan akibat infeksi. Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya akan merasa nyeri saat menelan, bersuara serak, dan demam.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, infeksi yang menyebabkan radang tenggorokan didasari oleh adanya infeksi virus influenza. Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa bakteri Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A juga bisa menyerang dan menyebabkan kondisi tersebut.

Adanya infeksi virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan bisa terjadi jika Anda:

  1. Kurang minum air putih

Kurangnya pasokan air putih membuat tenggorokan rentan mengalami kekeringan. Jika keadaan ini terjadi dalam jangka waktu lama, radang tenggorokan sangat mungkin terjadi.

  1. Memiliki kebiasaan merokok

Mengisap rokok dan terpapar asap rokok dapat memicu terjadinya radang tenggorokan. Hal ini bisa terjadi karena rokok mengandung ribuan zat racun, yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan iritasi dan membuat virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan lebih mudah menginfeksi.

  1. Terpapar bahan kimia

Proses pembakaran bahan kima bisa menghasilkan asap, yang jika Anda hirup meningkatkan risiko terjadinya iritasi saluran pernapasan. Jika di saat bersamaan sistem kekebalan tubuh Anda sedang menurun, virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan lebih mudah menginfeksi dan menyebabkan keluhan.

  1. Mengonsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman mengandung alkohol secara berlebihan mampu membuat tenggorokan menjadi kering. Jika Anda tidak mengimbanginya dengan minum air putih dalam jumlah cukup, terjadinya radang tenggorokan tak bisa dihindari lagi.

  1. Mengalami alergi

Radang tenggorokan bisa saja muncul saat reaksi alergi terjadi. Jenis alergi yang dapat menjadi penyebab, misalnya alergi debu, alergi serbuk sari, atau paparan bulu hewan peliharaan.

Jika Anda mengalami radang tenggorokan yang tak kunjung membaik selama beberapa hari, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Kasus yang seperti ini biasanya membutuhkan antibiotik, yang hanya boleh dikonsumsi sesuai dosis dan anjuran dari dokter.

Sumber: Klikdokter.com