Mengenal Lebih Dekat Tentang Masalah Ketuban Pecah Dini Pada Kehamilan

  • 2 min read
  • Aug 03, 2019
Kehamilan

Kehamilan merupakan proses yang dilalui oleh wanita untuk mendapatkan keturunan. Dimana kehamilan akan terjadi umumnya sekitar 9 bulan lebih dan perlu untuk mendapatkan perawatan yang terbaik agar bayi yang dilahirkan dan juga ibu bayi tetap dalam kondisi sehat. Oleh karena itulah tidak mengherankan apabila ibu hamil dan juga pasangan perlu untuk mengetahui diri mengenai berbagai hal yang akan membuat kelahiran lebih lancar dan terbebas dari hal-hal yang berbahaya dapat terjadi selama kehamilan. Misalnya berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin agar dapat menghindari masalah kesehatan pada ibu dan janin. Selain itu juga dengan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk membuat bayi tetap sehat dan kehamilan lancar. Dan melakukan aktivitas yang dapat mendukung perkembangan janin selama kehamilan.

Masalah kehamilan juga tidak boleh untuk dilupakan oleh ibu hamil. Sehingga akan lebih baik apabila ibu hamil mempunyai pengetahuan mengenai masalah kesehatan ibu hamil yang dapat terjadi dengan tujuan agar dapat menghindarinya. Salah satu masalah yang terjadi misalnya adalah mengenai ketuban yang pecah dini. Ketuban pecah dini merupakan kondisi kantung ketuban yang pecah sebelum masa persalinan. Sehingga hal tersebut merupakan kondisi yang tidak baik dan sebaiknya harus dihindari karena kondisi janin yang belum matang dalam kandungan. Hal tersebut akan membuat bayi lahir secara prematur.

Masalah ketuban pecah dini tersebut mempunyai beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali seperti berikut ini:

  • Hal pertama adalah ibu hamil akan merasakan air ketuban yang keluar dari bagian vagina.
  • Air tersebut akan mengalir secara perlahan atau juga bisa keluar dengan cepat dan deras.
  • Untuk membedakan air ketuban atau urine dapat dari ibu tidak bisa untuk menahannya sehingga tetap bocor atau keluar.
  • Air ketuban akan mempunyai warna dan aroma yang berbeda dengan urine.
  • Gejala yang dapat dirasakan adalah disertai dengan panggul yang tertekan, keputihan atau vagina basah, dan pendarahan dari vagina.

Sehingga ketika mengalami berbagai gejala dan tanda seperti di atas maka sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Pecahnya ketuban dini tersebut tidak akan diikuti dengan tanda melahirkan karena belum waktunya dan kondisi janin yang belum matang. Hal tersebutlah yang membuat ketuban pecah dini ini termasuk salah satu hal yang harus dihindari oleh ibu hamil.

Ketuban pecah dini sendiri disebabkan oleh berbagai resiko yang terjadi karena beberapa hal berikut ini:

  • Penyebab pertama adalah karena terjadi infeksi pada bagian rahim, vagina, dan juga rahim.
  • Ketuban pecah dini juga bisa terjadi karena air ketuban yang terlalu banyak.
  • Terjadi pendarahan pada vagina saat trimester kedua atau ketiga kehamilan.
  • Ibu hamil mempunyai berat badan kurang dan kekurangan gizi.
  • Ibu hamil anak kembar dan jarak kehamilan yang kurang dari 6 bulan.
  • Merokok dan menggunakan narkotika.
  • Pernah operasi mulut rahim, melahirkan bayi prematur, dan mengalami ketuban pecah sebelumnya.

Ketuban pecah dini ini akan menyebabkan beberapa hal pada ibu hamil. Mulai dari melahirkan bayi prematur, membuat tali pusat tertekan, dan juga infeksi serius pada ibu dan juga janin. Oleh karena itulah sebaiknya ibu hamil melakukan berbagai upaya agar membuat air ketuban tetap normal dan tidak pecah ini. Seperti usaha dengan tidak merokok dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk menghindari ketuban pecah dini.