Wings Air (Wings Abadi Airlines) adalah salah satu maskapai penerbangan domestik yang berasal dari Indonesia yang berbasis di ibu kota Jakarta, Indonesia. Wings Air mulai beroperasi pada tahun 2003 lalu dan melakukan mengoperasikan penerbangan domestik ke seluruh Indonesia dan 2 penerbangan international yaitu ke negara Malaysia. Dua rute yang sudah dioperasi atau terbang pertama adalah rute Medan-Penang dan Pekanbaru-Malaka.

Pada tanggal 15 November 2009, Wings Air mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan dengan ATR senilai 600 juta USD.Kesepakatan itu melibatkan pesawat 15 ATR 72-500 dengan 15 pilihan lain untuk ATR’s new ATR 72-600 aircraft. Pesawat baru ini diperlukan untuk menggantikan armada McDonnel DOuglas MD-80 yang sudah menua dan tidak layak untuk beroperasi. 3 pesawat ATR 72-500 pertama sudah dikirim pada bulan Januari 2010 lalu dan sudah diresmikan pada upacara yang berada di pusat destinasi wisata turis dan penyelam di Manado. Pengiriman pesawat ini selanjutnya diikuti oleh penandatanganan kontak senilai US $ 600 juta.

Pesawat ini terdiri dari 72 tempat duduk dan teknologi navigasi. Pada 25 Februari 2011 Lion Air menandatangani sebuah perintah untuk new ATR 72-500s untuk menjadi armada Air Wings. Ketika dikirimkan pesawat ini akan membawa 30 jumlah armada ATRs yang dioperasikan oleh Wings Air. ATR dan Lion Air sebelumnya sudah menandatangani kontrak pada tahun 2009 lalu untuk pembelian 15 pesawat ATR 72-500-an dan 15 pesawat tambahan lainnya yaitu (ATR 72-600).

Maskapai ini berkomitmen untuk menjadi maskapai berciri khas yang diakui dan terkenal karena keramahan yang hangat dan kemurahan-hatinya. Maskapai ini terus berupaya untuk memberikan layanan transportasi udara yang dikategorikan terbaik dalam hal Keselamatan, Keandalan dan kenyamanan.

Wings Air akan menerima pesawat baru tipe ATR 72-600 yang langsung diterbangkan dari pusat perakitan pesawat ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport RĂ©gional) Aircraft, Toulouse Blagnac, Perancis (TLS).

Proses pengiriman pesawat yang menjadi armada ke-65 Wings Air dan ke-80 Air Group untuk jenis yang sama ini akan dilakukan tahun ini, namun saat ini masih dalam beberapa persiapan termasuk dokumentasi.

“Kedatangan PK-WJQ merupakan bagian komitmen perusahaan menyediakan pelayanan terbaik dan menambahkan tingkat kenyamanan travelers dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta keamanan penerbangan,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Grup.

Pesawat ATR-72 600 ini didesain supaya mampu lepas landas dan mendarat di panjangnya landas pacu (runway) sekitar kurang dari 1.600 meter. Armada ini menggunakan teknologi avionik terbaru serta fitur synthetics runway visions, yaitu sistem yang mampu memberikan bantuan visualisasi runway saat mendarat.

Selain itu, armada ini tegololong ramah lingkungan (emisi rendah), bahan bakar lebih hemat dengan efisiensi biaya perawatan.

ATR 72 dengan kapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi ini akan berperan sebagai feeder (penghubung) penumpang dan distribusi barang dari bandar udara setingkat kecamatan/kabupaten.

“Pengoperasian pesawat jenis ATR diharapkan akan menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) untuk plesiran ke berbagai tujuan wisata serta pusat pertumbuhan bisnis baru. Wings Air optimis, semakin mudah menghantarkan momen era kekinian (millennials traveling) ke destinasi impian,” tutup Danang.

Maskapai penerbangan ini pertama kali diresmikan pada tahun 2003 lalu dan memulai operasi penerbangan pertamanya pada tanggal 13 Juni 2003 lalu. Sahamnya 100% dimiliki oleh Lion Air.