Lakukan Tiga Hal Sederhana Ini Untuk Menstimulasi Si Newborn Baby

Memiliki bayi adalah impian setiap pasangan. Amanah dari Sang Pencipta yang akan mewarnai rumah tangga dengan polahnya yang unik. Namun ada sedikit kekhawatiran orang tua akan siklus tumbuh kembang anak mereka, saat si bayi lahir prematur.

Sebenarnya tidak perlu khawatir pada perkembangan tumbuh kembang si kecil. Mungkin dia akan terlambat di satu sisi, tapi bayi yang distimulasi dengan baik akan dapat mengejar ketertinggalannya. Anda dapat melakukan tiga hal sederhana berikut untuk si mungil.

Menstimulasi Si Newborn Baby

  1. Berbicaralah dengan suara tenang pada bayi. Minggu-minggu pertama dia akan tertidur sangat lama, nyaris 24 jam sehari. Wajar saja, karena jam tubuhnya mengatakan bahwa dia masih di dalam rahim ibunda. Tapi jangan salah. Bahkan saat dia terlihat lelap telinganya berfungsi dengan baik. Saat ini pendengarannya memang berkembang lebih dulu dari penglihatan. Maka bicaralah dengan si kecil sesering mungkin. Anda juga bisa bernyanyi atau membacakan ayat suci padanya. Bayi lebih familiar dengan suara orang tuanya, dan suara Anda akan menstimulasi indranya.
  2. Lakukan pijat bayi. Usapan jemari Anda di tubuhnya akan merangsang syarafnya yang sedang berkembang. Bayi yang lahir prematur memang lebih lemah dan kulitnya lebih tipis dibandingkan yang lahir tepat waktu. Tapi dengan pijatan yang tepat ototnya akan kian kuat. Berat badannya pun akan meningkat lebih cepat. Selain itu pijat akan membuatnya lebih rileks. Gunakan baby oil atau minyak zaitun saat Anda memijat si kecil.
  3. Gendong ia dengan gaya kangguru. Yaitu dengan mendekap si kecil ke dada Anda, skin to skin. Bayi hanya menggunakan popok dan topi saja. Tujuannya agar suhu tubuhnya stabil karena bersentuhan langsung dengan kulit Anda. Kangaroo style juga berfungsi untuk menormalkan detak jantung bayi, menstabilkan pernapasan, dan membantu perkembangan otaknya.

Memiliki bayi prematur memang tidak mudah, tapi yakinlah usaha Anda menjaga dan menstimulasinya akan berubah manis. Anda akan menyadari bahwa di usia 2-3 tahun, si kecil sudah berhasil mengejar ketertinggalannya.