Agunan sederhananya adalah jaminan yang umumnya kamu butuhkan dalam mengajukan pinjaman pada pihak bank, jenis agunan pun bermacam-macam aset seperti tanah atau rumah yang kamu miliki bisa dijadikan agunan, asset kendaraan seperti mobil atau motor yang kamu miliki, logam mulia yang kamu miliki, semua yang disebutkan bisa menjadi agunan dalam pengajuan pinjaman ke bank, tentu saja besaran agunan akan disesuaikan, sesuai yang kamu ajukan kepada bank dengan kesepakatan-kesepakatan lainnya., pemberian KPR sendri bersifat konsumtif, jadi kamu tidak bisa menggunakan KPR untuk pemodalan bisnis atau hal produktif lainnya, kpr ialah jenis angsuran yang diberikan kepada seseorang untuk membeli rumah atau kebutuhan konsumtif lainya dengan agunan berupa rumah, bagi kamu yang belum mengetahui apa itu agunan jangan khawatir.

Kelebihan KPR Bersubsidi

Pepatah mengatakan harga tak pernah berbohong, pepatah tersebut pun berlaku untuk rumah bersubsidi, karena harganya murah dan dibangun dalam waktu singkat, maka tetap ada kemungkinan hal negatifnya, untuk meminimalisirnya,  yang pertama adalah menganalisa kualitas bangunan, rumah bersubsidi yang baik, dibangun menggunakan material berkualitas, mulai dari tembok bata, rangka atap yang menggunakan bahan baja ringan, hingga material keramik dan perlengkapan di kamar mandi, berdasarkan   data Bank Indonesia (BI) mayoritas masyarakat mengandalkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam mempunyai rumah, sebanyak 76,42 persen menggunakan KPR supaya memiliki rumah, sebelum membeli suatu properti, entah itu rumah, hotel, condotel, rumah kantor (rukan), atau ruko ketahui dulu jenis-jenis kredit pemilikan yang kerap ditawarkan oleh developer dan perbankan kpr subsidi dan non subsidi:

  1. KPR Non-Subsidi KPR ini umum bagi masyarakat yang mampu, mulai dari masyarakat golongan menengah ke atas, penawaran tingkat suku bunganya regular sesuai ketetapan masing-masing bank yang dipilih oleh orang yang membeli, KPR bersubsidi jenis kredit properti ini merupakan milik program pemerintah yang ditawarkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), biasanya KPR subsidi pemerintah membebaskan biaya uang muka dengan angsuran yang terjangkau.
  2. KPR Syariah KPR Syariah tentu saja berdasarkan syariat Islam namun jenis kredit ini masuk non subsidi, pada produk KPR Syariah, transaksinya menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa).
  3. In-house KPR In-house KPR, pembeli membayarkan angsuran cicilan pembelian propertinya kepada pihak pengembang bukan bank. Terkadang ada pihak pengembang memberikan fasilitas pembayaran cicilan.

Fasilitas pembiayaan peminjaman tidak hanya dari perbankan saja, lembaga pembiayaan peminjaman seperti PT Sarana Multigriya Finance (SMF) milik pemerintah juga memberikan kemudahan bagi mereka tidak memiliki penghasilan tetap untuk punya kpr, ketika memutuskan membeli rumah bersubsidi dari pemerintah, kita harus tetap teliti, memang, kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) ini sangat sayang. Berikut ini adalah kelebihan rumah berubsidi :

  1. Stok tersedi, kita tidak perlu inden terlalu lama ketika membeli rumah subsidi. Karena salah satu syarat pemerintah dalam memberikan subsidi adalah developer harus menjual rumah dalam keadaan siap untuk dihuni para pembelinya.
  2. Persyaratan mudah

yang harus dipenuhi tidaklah begitu sulit, dalam peraturan Kemenpera disebutkan bahwa bila calon pembeli ingin membeli secara KPR-FLPP, maka harus memenuhi persyaratan, antara lain:

  • WNI berusia minimal 21 tahun;
  • Mempunyai penghasilan tetap, maksimal penghasilan Rp 4 juta untuk rumah tapak dan maksimal Rp 7 juta untuk rumah sejahtera susun;
  • Memiliki NPWP;
  • Menyerahkan fotokopi SPT dan PPh;
  • Belum memiliki rumah pribadi;
  1. Harga terjangkau

biasanya Kemenpera memberi bocoran kisaran rumah bersubsidi yang akan dibangun di beberapa daerah di Indonesia.

  1. Developer terpercaya

Untuk menjamin keamanan kita membeli rumah bersubsidi, maka pastikan dulu developernya memiliki kredibilitas, untuk perumahan bersubsidi, bisa dipastikan developernya bisa dipercaya, kerena Kemenpera memiliki daftar pengembang yang berlisensi dan memiliki sertifiktat dari beberapa asosiasi.

  1. Lokasi potensial

biasanya berlokasi di kawasan industri yang sedang dan akan berkembang nantinya, kawasan-kawasan yang berada di dekat kawasan industri cepat sekali mengalami perkembangan dan akan menjadi kawasan strategis untuk dihuni, arak menuju kawasan industri dari lokasi perumahan pun tidak terlampau jauh, hanya sekitar 7—15 km, sehingga bagi warga yang bekerja di kawasan tersebut, lahan perumahan bersubsidi menjadi kawasan strategis, keuntungan KPR yakni pelanggan  tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah, nasabah hanya cukup menyediakan uang muka, karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan.

Sekian informasi tentang kelebihan rumah bersubsidi https://www.cekaja.com/info/kenali-dulu-perbedaan-antara-kpr-subsidi-dan-non-subsidi/ semoga bermanfaat bagi teman – teman semuanya